Marketing

This article could have too many part headers dividing up its content Please assist improve the article by merging similar sections and eradicating unneeded subheaders. Sedangkan Marketing management : Marketing management is the artwork and science of selecting target markets and getting, retaining and growing customers throught creating, delivering, and speaking superior customer worth ( seni dan ilmu memilih dan mendapatkan goal pasar, menjaga dan mengembangkan konsumen dalam mengkomunikasikan nilai-nilai pelanggan).

Yang kurang lebih memiliki arti : Pemasaran resort adalah aktivitas yang menggunakan strategi dan taktik, yang direncanakan sedemikian rupa untuk menyampaikan cerita” tentang pelayanan yang dapat diberikan suatu resort, dengan memberikan rangsangan yang bergairah pada tamu untuk mau memilih pesan yang disampaikan lodge tersebut dibandingkan dengan pilihan lain dari lodge pesaing.marketing

Sedangkan menurut Kotler dan Keller: Marketing is an organizational function and a set of processes for creating, communicating, and delivering worth to customers and for managing buyer relationships in ways that profit the group and its stakeholders ( sebuah fungsi organisasi dan sekumpulan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menghantarkan nilai kepada konsumen dan membangun atau mengatur hubungan dengan konsumen untuk keuntungan perusahaan dan pemegang saham).marketing

Sebuah ceruk pasar merupakan bagian dari pasar di mana suatu produk tertentu adalah fokus, sehingga ceruk pasar mendefinisikan fitur produk tertentu yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar tertentu, serta kisaran harga, kualitas produksi dan demografi yang dimaksudkan untuk dampak Setiap produk tunggal yang dijual dapat didefinisikan oleh pasar niche.marketing

Pendekatan vertikal yang saya maksud adalah pendekatan pemasaran yang menggunakan media massa seperti seperti TV, Radio, Koran, dan sebagainya; arahnya one-approach sehingga tidak memungkinkan terjadinya interaksi intens antara brand dengan konsumen; dan sifatnya one-to-many” sehingga tidak bisa fokus Dalam pendekatan ini konsumen menjadi semacam obyek penderita” yang dijadikan target market oleh si marketer.